Sabtu, 18 April 2009

catatan kaki dan daftar pustaka

Menulis Catatan Kaki

Catatan kaki (footnote) adalah catatan di kaki halaman untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut.

  1. Nomor catatan kaki agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih daridua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.
  2. Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
  3. Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.
  4. Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
  5. Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.

Perhatikan contoh penulisan catatan kaki yang berasal dari buku di bawah ini !

  1. Catatan kaki dengan satu pengarang

1Ade Iwan Setiawan, Penghijauan dengan Tanaman Potensial, Penebar Swadaya, Depok, 2002, hlm. 14.

  1. Catatan kaki dengan dua pengarang

2Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm. 50.

  1. Catatan kaki dari majalah

4Mochtar Naim, ’’Mengapa Orang Minang Merantau?’’ Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36.

  1. Catatan kaki dari surat kabar

12Suara Merdeka, 29 Agustus 2005, hlm. 4.

Dalam menuliskan catatan kaki, adakalanya digunakan singkatan-singkatan tertentu, yaitu :

  1. ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ’di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
  2. op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
  3. loc.cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.

Perhatikan pemakaian ibid., op. cit., dan loc. cit., dibawah ini!

1Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.

2Ibid., hlm. 15 (berarti dikutip dari buku di atas)

3Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.

4Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf, Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.

5Gorys Keraf, op. cit. hlm 8 (buku yang telah disebutkan di atas)

6Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebut di atas di halaman yang sama, yakni hlm. 46)

7Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit. (menunjuk ke halaman yang sama dengan yang disebut terakhir, yakni hlm. 23)

Menulis Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka tidak dilakukan sembarangan, tetapi ada aturannya. Aturan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Urutan penulisan daftar pustaka adalah nama penulis buku, tahun terbit, judul buku, tenpat terbit, dan nama penerbit. Dalam penulisannya, setiap unsur diakhiri dengan tanda titik, kecuali antara tempat terbit dan nama penerbitnya digunakan tanda titik dua (: ).
  2. Jika penulis buku hanya satu orang dan namanya terdiri atas dua unsure kata atau lebih, penulisan nama harus dibalik. Unsure nama yang belakang dilekkan di bagian awal.
  3. Jika penulis buku terdiri atas dua orang dan setiap orang namanya terdiri atas dua unsure atau lebih, unsure nama yang dibalik adalah nama penulis yang pertama. Nama penulis kedua tetap ditulis seperti aslinya.
  4. Judul buku dicetak miring atau digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik.
  5. Penulisan seluruh isi daftar pustaka disusun secara urut berdasarkan abjad.

Perhatikan contoh:

Bangun, A.P. 2004. Menangkal Penyakit dengan Jus Buah dan Sayuran. Depok: Agromedia Pustaka.

Damono, Sapardi Djoko. 1983. Perahu Kertas. Jakarta : Balai Pustaka.

Eneste, Pamusuk. 1982. Proses Kreatif : Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang. Jakarta : Gramedia.

Pratama, Bagas dan Manurung, T. 2004. Surat Menyurat Bisnis Modern. Bandung : Pustaka Setia.

Santoso, Budi. 2002. Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Malang: UM Press.

Tugiyono, Herry. 2002. bertanam Tomat. Bandung: Pustaka Setia
Reaksi:

13 komentar:

  1. makasih.. ini sangat membantu...

    BalasHapus
  2. terima kasih banyak ya.. sangat membantu saya dalam memahami lebih dalam lagi mengenai catatan kaki...

    BalasHapus
  3. *footnote :
    mengapa pada contoh pertama (sebelum contoh ibid., op. cit., dan loc. cit.) judul tulisan/buku dicetak miring?? sedangkan pada contoh berikutnya ngga. lalu yang benar yang mana??

    BalasHapus
  4. wow, bagus banget.......
    thumbs up

    BalasHapus
  5. waw... makasih ilmunya jeng :D

    BalasHapus
  6. Makasih bgt ya..Bnr2 bermanfaat! SUKSES!

    BalasHapus
  7. thankss :) membantu banget hahaha...

    BalasHapus
  8. sip...............................

    BalasHapus