Rabu, 22 April 2009

Ada Apa dengan HP?

Belakangan ini bagi sebagian besar orang, ponsel atau hp sudah menjadi bagian dari kehidupan. Dari hari ke hari macamnya bertambah, dengan kemampuan yang makin lama makin meningkat. Sebagai bagian dari gaya dan kebutuhan kehidupan masa kini, hp ternyata diwaspadai. Orang mulai berpikir mengenai dampak buruknya. Jangan-jangan dampak kesehatannya cukup serius.
Penelitian sempat dilakukan oleh Communications at the Cellular Telephone Industry Association (CTIA) yang disponsori produk seperti Motorola, SouthWestern Bell, AT&T Wireless, Lucent Technologies, Nokia, Ericson, Nortel, Bellsouth, Hwlett Packard, dan lainnya yang meliputi bidang media, penerbangan, otomotif, dan komunikasi tanpa kabel.



Keseringan SMS Bisa Kecanduan!

Hati-hati! Terus menerus menekan tombol hp untuk mengirim SMS bisa mengakibatkan gangguan fisik dan mental. Keluhan mental yang umum terjadi adalah merasa murung dan lekas naik darah bila tak melakukan kegiatan SMS karena suatu sebab, seperti handphone ketinggalan, rusak, atau kehabisan pulsa! Selebihnya, gangguan tidur, mata lelah, ibu jari nyeri dana kebas, serta perasaan gelisah adalah keluhan lain yang acap ditemukan pada penderita.
Fenomena ini muncul bahkan semakin berkembang, seiring meningkatnya jumlah penderita yang minta dirawat akibat ketagihan SMS di klinik The Priory, Roehampton, London, Inggris. Dr. Mark Collins, yang membuka layanan khusus bagi pasien yang ketagihan SMA, mengatakan kliennya rata-rata menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehari untuk mengirimkan pesan. „ini penyakit baru yang muncul dalam mesyarakat, akibat obsesi berlebihan terhadap piranti teknologi modern,“ ujar Dr Collins.
Sudah lama pancaran gelombang elektromagnetik pada hp dituding sebagai penyebab penyakit kanker. Celakanya, tudingan itu didukung oleh laporan penelitian yang berisi sata “seram”. Tak sedikit pula ahli yang membenarkannya. Tapi selalu saja muncul bantahan. Seperti hasil penelitian para ilmuwan Denmark baru-baru ini yang mengatakan bahwa pengguna hp terbukti tidak lebih rentan mengalami kanker otak dibanding mereka yang sama sekali tidak menggunakan hp.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dampak gelombang ekeltromegnetik tegangan tinggi pada ponsel tidak berbahaya asal pancarannya kecil. Tapi seberapa cukuran pancaran itu, tidak cukup jelas diterangkan. Sama tak jelasnya untuk mengukur pancaran sekecil apa yang aman dan penggunakan berapa lama yang tidak aman. Pada percobaan Galvani tahun 1791, pancaran yang sangat kecil ternyata bisa diterima saraf seekor katak.
Parahnya, belakangan ini perusahaan pengelola jasa telepon seluler menggunakan frekuensi 1.800 MHz, jauh lebih tinggi daripada frekuensi sebelumnya, 900 MHz. Banyak keuntungan didapatkan dari penggunakan frekuensi tinggi, terutama pada perambatan gelombang. Pada frekuensi 1.800 MHz saluran yang tersedia menjadi lebih banyak.
Berdasarkan riset yang dilakukan institut Karolinska, Swedia, terhadap 750 orang, ditemukan risiko penderita acoustic neuroma atau tumor telingan meningkat 3,9 kali lipat pada sisi kepala dimana hp sering ditempelkan. Sedangkan pada sisi kepala yang tidak pernah atau jarang ditempeli hp, tidak ditemukan risiko apapun. Tidak mengherankan jikan para ilmuwan lantas yakin bahwa penggunaan hp minimal 10 tahun meningkatkan risiko menderita tumor telinga.
Acoustic neuroma adalah jenis tumor jinak yang terdapat pada syaraf pendengaran, jika didiamkan akan mengakibatkan kerusakan otak dan syaraf. Penyakit ini diderita dengan perbandingan 1 : 100.000 penduduk pengguna hp di sebuah negara. Prof. Anders Ahlbom dari Karolinska Institue memperingatkan bahwa semakin lama menggunakan hp maka risiko itu akan semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Tidak hanya itu, sinyal ponsel terbukti dapat mengganggu peralatan elektronik di dekatnya, oleh karena itu ketika di rumah sakit sebaiknya mematikan hp karena sinyanya dapat mengganggu alat pacu jantung dan hearing aid. Demikian juga di dekat pompa bensin dan pabrik atau tempat penyimpanan bahan kimia maupun bahan yang mudah meledak, karena sinyal hp dapat mengganggu operasi onstalasi teknsi dari tempat tersebut. Sinyal hp juga bisa mengacaukan jaringan gelombang informasi pada penerbangan, itu sebabnya ktika kita naik pesawat selalu diinformasikan untuk mematikan hp.



Aksesoris HP Mengurangi Radiasi?

Banyak produsen aksesoris hp yang mengklaim jika produknya bisa mengurangi radiasi. Ungkapan itu sesungguhnya tidak didasari dengan penelitian secara mendalam, karena aksesori ponsel seperti lampu kelap-kelip, sarung khusus radiasi, cordless atau bluetooth headset justru meghalangi sinyal ponsel menuju base station, sehingga memaksa ponsel untuk meningkatkan daya pancarnya agar komunikasi tetap lancar.
Jaid pakah hp bisa mengganggu kesehatan kita? Ternyata sampai saat belum ada jawaban yang meyakinkan. Namun, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan :
• Sedapat mungkin jauhkan ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang elektromagnetiknya berkurang drastis seiring jauhnya jarak.
• Jangan menelepon bila tidak perlu. Persingkat pembicaraan. Manfaatkan SMS.
• Gunakan headset atau handsfree seefektif mungkin.

(Muslimah, No. 43/Tahun IV/Februari 2006)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar