Rabu, 27 Mei 2009

The True Power of Water

Air adalah bagian kehidupan manusia. Begitu banyak hal yang berguna untuk manusia diciptakan oleh Allah dengan komponen air, termasuk diri kita yang terdiri dari 70% air. Air adalah media yang diberi kekuatan oleh Allah untuk bermanfaat dalam kehidupan manusia. Kekuatan air inilah yang kini berhasil diungkap oleh Dr. Masaru Emoto, seorang ahli pengobatan alternatif dengan menggunakan air sebagai media penyembuhan.

Melalui penelitian yang dilakukannya, terungkap fakta bahwa air ternyata mampu merespons dengan baik perlakuan dan infornasi yang diberikan kepadanya, dalam bentuk tulisan, gambar, maupun kata-kata. Penelitian yang dilakukannya bersama Kazuya Ishibashi (seorang ahli penggunaan mikroskop), berhasil menemukan kristal-kristal air dengan membekukan air pada suhu -250C, menggunakan alat foto berkecepatan tinggi dari air yang telah diberi berbagai informasi berupa gambar, kata-kata, serta suara.

Bentuk kristal yang dihasilkan pun beragam, tergantung dari informasi yang diberikan pada air tersebut. Bentuk yang paling indah adalah air yang diberi kata-kata cinta dan terima kasih. Air juga membentuk lingkaran yang berlubang di tengahnua manakala dikatakan padanya “kamu tidak berguna”. Sekarang mari kita kembalikan kondisi kita pada tubuh kita yang terdiri dari 70 % air dan pada otak kita yang terdiri dari 74,5 % air.
Bila kita terbiasa untuk menyatakan terma kasih dan rasa cinta kita dalam kehidupan, kita dapat membuat air dalam tubuh kita membentuk kristal-kristal kheksagonal yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kita. Namun bila setiap harinya kita terbiasa menyatakan pada diri sendiri bahwa apa yang kita kerjakan tidak berguna dan kita termasuk orang-orang bodoh, kita tidak akan pernaha mendapatkan kristal-kristal air tersebut dalam tubuh kita. Padahal air heksagonal sangat berguna untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

Air heksagonal adalah air yang berperan untuk mengkikat radikal bebas H+ dan OH-. Karena itu bila air seperti ini dikonsumsi tubuh atau terdapat dalam tubuh akan terjadi reaksi tubuh seperti pilek, bersin, batuk, mual, berkeringat, biduran, dan sering buang air kecil maupun besar. Reaksi seperti ini adalah reaksi yang menggambarkan kemungkinan bertimbunnya racun dalam tubuh. Reaksi ini disebut dettox effect atau homeostatic.

Dr. Masaru Emoto mengemukakan hasil penelitian tentang energi yang mempengaruhi kualitas air dan kristal air yang terbentuk dengan nama hado. Hado adalah energi yang sulit dilihat dan berbentuk gelombang. Energi ini bisa berbentuk positif atau negative dan mudah dipindahkan dari satu benda ke benda yang lain. Makna kata “Kamu Tidak Berguna” mempunyai hado tersendiri yang akan muncul dalam bentuk kristal air yang buruk. Sebaliknya dengan kristal air yang terbentuk dari lontaran kata positif yang tersampaikan dari air. Hado akan menyampaikan respons terhadap informasi yang diterima.

Bila gelombang yang kita kirimkan adalah kekhawatiran, maka anggota tubuh yang lain yang juga memiliki gelombang energi juga akan segera merespons kekhawatiran tersebut dalam bentuk yang merugikan. Ini semua terjadi karena hado merupakan gelombang energi yang beresonansi dengan air yang 70 % merupakan komponen tubuh kita. Salah satu yang berhasili dideteksi adalah rasa khawatir yang menyebabkan sakit punggung yang berkepanjangan. Ini adalah akibat dari informasi-informasi negative yang datang dari pikiran kita sendiri. Bedakan hasilnya bila kita senantiasa berpikir positif dan santai menghadapi apapun yang terjadi. Semakin sedikit perasaan atau pikiran negative yang kita kirimkan dalam tubuh kita, akan semakin kecil kemungkinan penyakit yang datang karena kekebalan menurun akan berkurang.

So, tetaplah memperjuangkan pribadi-pribadi positif dalam diri anda! Mari berusaha! Saya, anda dan semuanya, mari kita terus produksi kristal-kristal positif itu dalam tubuh kita ! S.E.M.A.N.G.A.T ! \(^o^)/

(Muslimah, September 2006)

Insomnia..ohh..insomnia

Duuuwwwh..susah deh kalo insomnia menyerang!! Badan capek, eh, tapi ga bisa nyenyak istirahatnya…hhhhuuuhhh..eh, tapi siapa tahu, ternyata perilaku kita sebelum tidur bisa jadi pencetus datangnya tamu tak diundang ini. Nah, lho!

Yup! Penyebeb insomnia bis abermacam-macam, mulai dari rasa cemas, stress, sampai depresi. Insomnia alias susah tidur ini berasal dari kata in yang punya arti tidak dan somnus yang berarti tidur. Insomnia terjadi bila kerja pikiran dan otot tidak seimbang. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang (wah, padahal tidur yang nyenyak itu berpengaruuh banget buat kesehatan jiwa raga kita..). Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran masih terjaga atatu tegang.

Pada dasarnya seseorang membutuhkan waktu tidur tujuh sampai delapan jam per hari. Tidur merupakan hal penting bagi tubh kita sebab dengan tidur kita tidak hanya mengistirahatkan tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak khususnya serebral korteks. Yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alas an sesuatu. Saat kita tidur, jantung akan berdetak lebih lamban, tekanan darah menurun, dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Suhu badan turun sekitar 0,5oF atau -17,5oC, akan tetapi perut dan usus kita tetap bekerja. Dalam tidur tubuh kita pasti sesekali bergerak. Bila gerakan ini bsebanyak 20-40 kali masih dianggap normal.

Ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis. Jenis insomnia sementara akan terjadi bila kita hanya mengalami gangguan tidur beberapa malam saja. Sedangkan insomnia jangka pendek terjadi karena kita mengalami stress. Untuk jenis yang satu lagi, yaitu insomnia kronis, termasuk jenis yang sangat berat dan agak sulit diobati. Jenis insomnia ini terjadi karena pengaruh minuman keras atau minuman yang banyak mengandung kafein, penyakit, pengaruh penggunaan obat tidur atau penenang dalam jangka lama, obat penurun tekanan darah tinggi golongan betablocker, seperti atenolol, nadolol, propanolol, dsb.

Nah, untuk itu, penting banget nih buat kita semua menjaga aktivitas keseharian kita. Jangan sampai (kalo gak kepaksa banget jangan..T.T) kita melakukan aktivitas yang kiranya mengundang tamu kita yang atu ini nih.. !

(Muslimah, September 2006)