Rabu, 27 Mei 2009

Insomnia..ohh..insomnia

Duuuwwwh..susah deh kalo insomnia menyerang!! Badan capek, eh, tapi ga bisa nyenyak istirahatnya…hhhhuuuhhh..eh, tapi siapa tahu, ternyata perilaku kita sebelum tidur bisa jadi pencetus datangnya tamu tak diundang ini. Nah, lho!

Yup! Penyebeb insomnia bis abermacam-macam, mulai dari rasa cemas, stress, sampai depresi. Insomnia alias susah tidur ini berasal dari kata in yang punya arti tidak dan somnus yang berarti tidur. Insomnia terjadi bila kerja pikiran dan otot tidak seimbang. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang (wah, padahal tidur yang nyenyak itu berpengaruuh banget buat kesehatan jiwa raga kita..). Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran masih terjaga atatu tegang.

Pada dasarnya seseorang membutuhkan waktu tidur tujuh sampai delapan jam per hari. Tidur merupakan hal penting bagi tubh kita sebab dengan tidur kita tidak hanya mengistirahatkan tubuh, tapi juga mengistirahatkan otak khususnya serebral korteks. Yakni bagian otak terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk mengingat, memvisualkan serta membayangkan, menilai dan memberikan alas an sesuatu. Saat kita tidur, jantung akan berdetak lebih lamban, tekanan darah menurun, dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Suhu badan turun sekitar 0,5oF atau -17,5oC, akan tetapi perut dan usus kita tetap bekerja. Dalam tidur tubuh kita pasti sesekali bergerak. Bila gerakan ini bsebanyak 20-40 kali masih dianggap normal.

Ada tiga jenis insomnia, yakni insomnia sementara, insomnia jangka pendek, dan insomnia kronis. Jenis insomnia sementara akan terjadi bila kita hanya mengalami gangguan tidur beberapa malam saja. Sedangkan insomnia jangka pendek terjadi karena kita mengalami stress. Untuk jenis yang satu lagi, yaitu insomnia kronis, termasuk jenis yang sangat berat dan agak sulit diobati. Jenis insomnia ini terjadi karena pengaruh minuman keras atau minuman yang banyak mengandung kafein, penyakit, pengaruh penggunaan obat tidur atau penenang dalam jangka lama, obat penurun tekanan darah tinggi golongan betablocker, seperti atenolol, nadolol, propanolol, dsb.

Nah, untuk itu, penting banget nih buat kita semua menjaga aktivitas keseharian kita. Jangan sampai (kalo gak kepaksa banget jangan..T.T) kita melakukan aktivitas yang kiranya mengundang tamu kita yang atu ini nih.. !

(Muslimah, September 2006)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar