Jumat, 22 Oktober 2010

Tes Analisis Darah (Live Blood Analysis)

Tes analisis darah adalah suatu metode yang menakjubkan untuk mengamati sel darah dengan menggunakan mikroskop khusus yang disebut phase & darkfield microscopy. Pengamatan sel darah ini akan membantu melihat kondisi tubuh anda, dan sangat bermanfaat untuk mendidik dan memotivasi anda untuk berbuat sehat, dan konsep ini banyak digunakan oleh praktisi ataupun dokter-dokter yang memusatkan pendekatan alami pada kesehatan. Uji diagnostik ini digunakan oleh beberapa praktisi kesehatan untuk menentukan pengobatan. Setetes darah diambil dari ujung jari pasien dan dilihat melalui mikroskop untuk memastikan keadaan kesehatan pasien saat itu. Dengan menggunakan setetes darah (live blood), akan terlihat butiran sel darah merah, sel darah putih, platelet, kristal dan unsur darah lainnya. Dengan menggunakan darah yang sudah dikeringkan (dryed blood), akan terlihat bukti kerusakan akibat radikal bebas, dan pola-pola yang berkaitan dengan usus besar yang tidak bersih (colon toxicity), logam berat, kristal, dan ketidakseimbangan umum lainnya.

Mikroskop darkfield adalah cara mempelajari kehidupan melalui seluruh sel darah di bawah mikroskop khusus yang memproyeksikan gambar dinamis ke layar video. Melalui cara ini, para praktisi terampil dapat mendeteksi tahap awal penyakit dalam bentuk mikroorganisme penyebab penyakit. Juga, jumlah waktu kelayakan sel darah menunjukkan kesehatan individu secara keseluruhan. Mikroskop darkfield memberikan informasi mendasar tentang apa yang terjadi dalam darah. Misalnya, kesehatan dari sel darah putih dapat ditentukan oleh apakah dinding sel sitoplasma halus atau kasar atau bocor. Juga dapat dikatakan apakah sel tersebut telah rusak oleh radikal bebas.

Darkfield adalah alat deteksi dini yang berguna yang juga memungkinkan pasien untuk memantau efektivitas terapi tertentu. Mikroskop darkfield telah terdeteksi untuk mendeteksi: defisiensi vitamin dan mineral, toksisitas, tingkat oksigenasi, fungsi hati, abnormalitas pembekuan darah, arteriosklerosis, reaksi alergi, fungsi sistem kekebalan tubuh.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar