Follow Us @soratemplates

Rabu, 22 April 2009

Benar nggak sih Odol bisa Menghilangkan Luka Bakar?

7:06 PM 0 Comments
Sebenarnya sensasi dingin odol hanya dirasakan pada awal pemakaian saja pada kulit yang tersiram air panas/ mengalami luka bakar. Setelah itu amlah timbul rasa panas. Pemberian odol juga dapat mempersulit upaya pembersihan luka baker pada tahap perawatan selanjutnya, padahal luka baker harus dijagag sebersih / se-steril mungkin.
Langkah pertama dalam menangani luka bakar adalah upayakan secepat mungkin menurunkan suhu kulit untuk mengurangi timbulnya luka yang melepuh. Bisa dengan cara merendam kulit yang terkena luka bakar menggunakn air es/yang suhunya dingin selama beberapa saat (jangan Cuma sekedar disiram air dingin). Bila tidak ada air es, bisa juga dilakukan dengan air biasa/air mengalir asal cukup dingin dan harus bersih. Jangan sekali-kali memberikan zat/bahan apapun (odol, kecap, daun-daunan,dll) pada luka tersebut karenan dikhawatirkan akan mempersulit proses pembersihan luka atau memungkinkan timbulnya infeksi. Selanjutnya berikan perawatan luka yang baik danteratur, sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter, apalagi bila luka bakarnya luas/dalam.
Bekas luka bakar ringan/tidak dalam, masih mungkin hilang sedikit-demi sedikit, atau bisa timbul kelainan pigmen di bekas luka (hipopigmentasi). Bila luka bakar tersebut cukup dalam, kemungkinan untuk hilang agak sulit, kalaupun sangat perlu, bisa dilakukan upaya bedah plastic untuk memperbaikinya dengan berkonsultasi pada dokter terkait.
(Annida, No. 11/XV/15 Juli-15 Agustus 2006)

Sariawan Ohh..Sariawan!

7:05 PM 0 Comments
Penyebab sariawan di antaranya kekurangan vitamin, terutama vitamin C yang mengakibatkan jaringan lunak penyambung daging dan gigi menjadi lebih rapuh, luka karena tergigit, menyikat gii terlalu keras. Atau susunan gigi yang tidak teratur. Gangguan hormone, alergi makanan, ganguan system kekebalan tubuh (misalnya stress fisik, sakit berat, atai stress psikis), infeksi kuman di rongga mulut (oleh jamur atau bakteri) juga dapat menyebabkan sariawan.
Sariawan biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 3-5 hari. Bila sangat mengganggu, dapat diberikan obat-obatan tertentu, bisa berbentuk salep/krim (umumnya mengandung kortikosteroid, antibiotika atau penghilang nyeri), obat cair/tetes untuk rongga mulut (mengandung obat anti jamur), atau obat kumur (sebaiknya dihindari yang mengandung alcohol, karena selain kehalalannya diragukan, juga bersifat iritasi terhadap luka sariawan). Bila bertambah parah berkonsultasilah ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit lain yang lebih serius di rongga mulut. Cobalah tips pencegahan berikut :
- Perbanyak konsumsi makanan bervitamin dan minum air putih.
- Hindari makanan terlalu pedas atau terlalu panas
- Jangan sampai tergigit ketika mengunyah makanan
- Jangan menyikat gigi/gusi terlalu keras
- Jaga kebersihan rongga mulut dengan baik
- Hindari stress fisik atau psikis
- Konsultasi ke dokter gigi (bila berkaitan dengan ketidakteraturan gigi)
(Annida, No. 11/XV/15 Juli-15 Agustus 2006)

Yuukkk Bangun Pagiiii…!!

7:04 PM 1 Comments
Nggak rugi deh punya kebiasaan bangun pagi, karena ternyata, selain badan jadi segar, otak pun jadi encer loohh….

Yupz, bangun pagi adalah salah satu rahasia tambah cerdas yang sudah dirintis Rasulullah sejak 14 abad yang lalu dan sudah dibuktikan secara ilmiah lho! Rasulullah senang sekali membangunkan sahabat-sahabat beliau untuk shalat Shubuh berjamaah di masjid. Para sahabat berjalan kaki bersama-sama keluar dari rumah untuk menunaikan shalat Subuh di Masjid Nabawi. Penelitian Dr. Alexander Bruce dari Jerman yang dimuat di majalah Al-Muslimun, menghasilkan sebuah temuan bahwa di waktu Subuh, kadar gas ozon yang mengandung oksigen mencapai puncaknya dan akan menipis perlahan-lahan hingga matahri terbir. Sementara, gas ozon ini sangat ampuh untuk mencegah kerusakan paru-paru, tersumbatnya urat nadi, memperlancar peredaran darah, penyakit gulam asma, penuaan, alergi, penyakit jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, serta merangsang urat syaraf bekerja dengan baik. Selain itu, jika kamu menghirup nafas yang panjang di pagi hari, kecepatan aliran darah menuju otak juga akan bertambah, maka otak akan memperoleh darah kaya oksigen lebih cepat. Walhasil, otak juga lebih cepat nyambung kalau disuruh berfikir.

Di samping itu, penelitian menunjukkan, sesudah tidur malam yang baik, irama otak kita berfungsi sangat baik. Pemahaman, wawasan, dan penguasaan akan berbagai masalah yang berat dan rumit lebhi sukses dihadapi pada pagi hari ketimbang pada jam-jam selanjutnya. Kenapa begitu? Karena tidur merupakan penyegaran otak yang paling alami. Setelah otak istirahat total di amlam hari, pagi hari otak kamu sudah ready buat melakukan pekerjaan dan rutinitas kamu, termasuk belajar.

Kerennya lagi, di pagi hari diproduksi hormone yang ngetop disebut hormone pertumbuhan. Hormone pertumbuhan itu pentingn dalam memperbaiki takaran, kualitas dan daya guna otak. Hormon tersebut meningkatkan pengantaran asam amino dari darah ke ota, yang membuat sel-sel syaraf dapat menjadikan apa yang dipelajari jadi permanen. Tapi ingat, kebanyakan hormone pertumbuhan diproduksi waktu tidur, yaitu tidur sebelum tengah malam yang nyaman. Jadi inget-inget, jangan begadang ya, Sobat! Hehe..

Hormon lain yang nggak kalah oke adalah cortisol . Puncak produksinya dari tengah malam hingga menjelang subuh. Cortisol memainkan peran utama membantu kita menghadapi stressor (penyebab stress) pada pagi hari, mongering peradangan dan keletihan. Wah, keren banget kan?
Nah, dari sekian bukti penelitian yang berderet itu, sobat pasti sudah yakin kalau bangun pagi itu banyak banget manfaatnya buat kita. Hebatnya lgi dalam Islam, ternyata kebiasaan unutk bangun pagi ini udah dibuktikan manfaatnya oleh para sahabat, 14 abad yang lalu. Para sahabat dan cendikiawan Islam sudah diakui kehebatannya dalam merumuskan masalah-masalah induk dalam khasanah ilmu pengetahuan. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa bangun, bahkan sebelum waktu shalat subuh tiba. Ini jadi salah satu bukti akurat dari perintah Allah yang menyuruh kita untuk bangun di sepertiga malam, kurang lebih antara jpukul 2 hingga 3 pagi.

So, masih mikir dua kali untuk bangun pagi??

(Muslimah, NO.43, Februari 2006)

MENANGKAL DEPRESI

7:03 PM 0 Comments
Stres = Depresi ?
Menurut Dr. Irmansyah, SpKJ, stress dan depresi merupakan masalah dalam kesehatan jiwa secara medik. Meski begitu, dari sisi perngertiannya berbeda. Stress merupakan salah satu agen atau penyebab atau yang mengganggu keseimbangan emosi seseorang. “Stres itu sesuatu yang tidak diharapkan terjadi dan itu merupakan agen atau dalam bahasa awamnya kuman,” kata Irmansyah.
Logikanya, kalau ada kuman belum tentu sakit tetapi bila kondisi orang tersebut lemah maka kuman dapat menyebabkan penyakit. Begitu juga dnegan stress. Kalau orang tersebut kuat maka tidak apa-apa, bahkan stress yang dialihkan secara positif dapat membuat orang lebih kreatif dan produktif. Sebaliknya, bila stress itu negative, dapat memicu penyakit, sal satunya depresi.

Mengenal Ansietas
Menurut Dr. Suryo Dharmono, SpKJ, ansietas adalah kecemasan dan banyak dijumpai di masyarakat. Masyarakat sering menganggap ansietas sebagai hal yang normal. Padahal tidak demikian. Ansietas dapat muncul berupa gejala kecemasan, kekuatiran yang berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi, disertai gejala otonom, misalnya berdebar-debar, keringa dingin, dan gemetar. Ansietas biasa terjadi pada orang yang tegang.
Dr. Irmansyah, SpKJ mengungkapkan, jika ansietas sudah menimbulkan gangguan pada kehidupan sehari-hari maka secara klinis harus diobati. Prinsip pengobatannya sama seperti depresi, yakni memakai prinsip konseling, dukungan keluarga dan pemberian obat.
“Depresi, ansietas dan ganguan jiwa yang lain merupakan sebuah kondisi yang harus kita terima dan kita hadapi sebagai suatu penyakit, suatu kondisi yang tidaksehat. Karena itu tidak perlu ragu untuk mencari pertolongan atau melakukan pengobatan, apapun juga. Kalau tidak berhasil carilah pengobatan pada ahlinya seperti psikiater. Semakin cepat diobati maka akan semakin baik,” tutur Irmansyah.

Kopi, Teh, dan Coklat Menekan Depresi?
Menurut Dr. Suryo Dharmono, SpKJ, kopi, teh, dan coklat bersifat ansiogenik atau menimbulkan ansietas. Meski begitu,pada kadar tertentu dan dosis ringan, dapat digunakan untuk relaksasi. Misalnya kafein, bila di atas 100mg bersifat ansiogenik, tetapi di bawah 50mg tidakmasala. Secara sosiokultur, kebiasaan minum teh, kopi juga berasal dari budaya.
Untuktahap tertentu, konsumsi coklat, kopi, atau teh menekan depresi karena makanan tersebut termasuk stimulan. Penderita depresi cenderung melemah, melambat,a tau malas. Dengan diberikan stimulan sedikit banyak akan memberikan pengaruh.
Hanya saja, kata Dr. Irmansyah, SpKJ, kopi, teh, dan coklat adalah stimulan alami yang efeknya tidak begitu kuat. “lain halnya dengan obat yang memang didesain secara khusus untuk membantu penderita depresi,” kata Irmansyah.
(Dokter Kita, edisi 9, September 2007)

TEKNOLOGI KATETERISASI JANTUNG TERKINI

7:00 PM 1 Comments
Penyempitan atau penyumbatan arteri adalah penyebab utama penyakit jantung koroner (PJK) dan dapat menimbulkan serangan jantung. PJK adalah penumpukan lemak sepanjang dinding dalam arteri koroner yang akan menghambat aliran darah dan mengurangi suplai oksigen ke jantung. Akibatnya akan terjadi angina (nyeri dada). Bila arteri sangat menyempit akan menimbulkan serangan jantung.

Menurut Dr. Pintoko Tedjokusumo, SpJP(K) dari RS Hsan Sadikin, Bandung, setelah dilakukan angioplasti atau pemasangan stent, arteri masih dapat menyempit atau tersumbat kembali di tempat yang sama. Kejadian itu dikenal sebagai restenosis. Drug eluting stent 9DES) dapat membantu membuka arteri sambil mengeluarkan obat yang dapat mencegah penyumbatan kembali ke tempat tersebut (restenosis).

Restenosis adalah penyempitan kembali atau penyumbatan kembali arteri di daerahyang telah dilakukan perawatan, baik dengan balonisasi (ballon angioplast) maupun dnegan pemasangan stent. Kemungkinan terjadinya restenosis pada pasien yang telah menjalani ballon angioplasty mencapai 50%. Selama prosedur angioplasti (kateterisasi) dapat sekaligus dilakukan pemasangan stent untuk membantu agar arteri tetap terbuka. Setelah pemasangan stent, sel-sel akan membentuk selubung alami di sekitar stent yang juga berfungsi untuk menahan stent pada tempatnya.

Pada beberapa kasus terjadi pertumbuhan sel yang terlalu besar. Hal ini ditengarai sebagi faktor utama terjadinya penyumbatan kemvali pada beberapa pasien. Kalau terjadi restenosis, gejala angina dapat muncul kembali dalam waktu empat sampai enam bulan setelah pemaangan stent. Jika restenosis terjadi di tempat stent dipasang, disebut in-stent restenosis. Angka kejadian in-stent restonosis pada penggunaan stent metal polos (tanpa lapisan obat) mencapai 33%.
Pasien yang telah menjalani ballon angioplasty atau pemsangan stent mempunyai risiko unutk mengalami restenosis. Pemasangan stent yang konvensional dapat menyebabkan pembengkakan dan pertumbuhan jaringan yang berlebihan pada dinding arteri. Pertumbuhan ini diduga menjadi penyebab utama restenosis. Pasien dengan diabetes juga mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyumbatan kembali karena kadar gula darah tinggi dapat menyumbat arteri. Meminimalkan restenosis dapat dilakukan dnegan DES yang mempunyai kandungan obat sirolimus yang dapat membatasi pertumbuhan sel yang berlebihan.

(Dokter Kita, edisi 9, September 2007)

Ada Apa dengan HP?

6:45 PM 0 Comments
Belakangan ini bagi sebagian besar orang, ponsel atau hp sudah menjadi bagian dari kehidupan. Dari hari ke hari macamnya bertambah, dengan kemampuan yang makin lama makin meningkat. Sebagai bagian dari gaya dan kebutuhan kehidupan masa kini, hp ternyata diwaspadai. Orang mulai berpikir mengenai dampak buruknya. Jangan-jangan dampak kesehatannya cukup serius.
Penelitian sempat dilakukan oleh Communications at the Cellular Telephone Industry Association (CTIA) yang disponsori produk seperti Motorola, SouthWestern Bell, AT&T Wireless, Lucent Technologies, Nokia, Ericson, Nortel, Bellsouth, Hwlett Packard, dan lainnya yang meliputi bidang media, penerbangan, otomotif, dan komunikasi tanpa kabel.



Keseringan SMS Bisa Kecanduan!

Hati-hati! Terus menerus menekan tombol hp untuk mengirim SMS bisa mengakibatkan gangguan fisik dan mental. Keluhan mental yang umum terjadi adalah merasa murung dan lekas naik darah bila tak melakukan kegiatan SMS karena suatu sebab, seperti handphone ketinggalan, rusak, atau kehabisan pulsa! Selebihnya, gangguan tidur, mata lelah, ibu jari nyeri dana kebas, serta perasaan gelisah adalah keluhan lain yang acap ditemukan pada penderita.
Fenomena ini muncul bahkan semakin berkembang, seiring meningkatnya jumlah penderita yang minta dirawat akibat ketagihan SMS di klinik The Priory, Roehampton, London, Inggris. Dr. Mark Collins, yang membuka layanan khusus bagi pasien yang ketagihan SMA, mengatakan kliennya rata-rata menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehari untuk mengirimkan pesan. „ini penyakit baru yang muncul dalam mesyarakat, akibat obsesi berlebihan terhadap piranti teknologi modern,“ ujar Dr Collins.
Sudah lama pancaran gelombang elektromagnetik pada hp dituding sebagai penyebab penyakit kanker. Celakanya, tudingan itu didukung oleh laporan penelitian yang berisi sata “seram”. Tak sedikit pula ahli yang membenarkannya. Tapi selalu saja muncul bantahan. Seperti hasil penelitian para ilmuwan Denmark baru-baru ini yang mengatakan bahwa pengguna hp terbukti tidak lebih rentan mengalami kanker otak dibanding mereka yang sama sekali tidak menggunakan hp.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dampak gelombang ekeltromegnetik tegangan tinggi pada ponsel tidak berbahaya asal pancarannya kecil. Tapi seberapa cukuran pancaran itu, tidak cukup jelas diterangkan. Sama tak jelasnya untuk mengukur pancaran sekecil apa yang aman dan penggunakan berapa lama yang tidak aman. Pada percobaan Galvani tahun 1791, pancaran yang sangat kecil ternyata bisa diterima saraf seekor katak.
Parahnya, belakangan ini perusahaan pengelola jasa telepon seluler menggunakan frekuensi 1.800 MHz, jauh lebih tinggi daripada frekuensi sebelumnya, 900 MHz. Banyak keuntungan didapatkan dari penggunakan frekuensi tinggi, terutama pada perambatan gelombang. Pada frekuensi 1.800 MHz saluran yang tersedia menjadi lebih banyak.
Berdasarkan riset yang dilakukan institut Karolinska, Swedia, terhadap 750 orang, ditemukan risiko penderita acoustic neuroma atau tumor telingan meningkat 3,9 kali lipat pada sisi kepala dimana hp sering ditempelkan. Sedangkan pada sisi kepala yang tidak pernah atau jarang ditempeli hp, tidak ditemukan risiko apapun. Tidak mengherankan jikan para ilmuwan lantas yakin bahwa penggunaan hp minimal 10 tahun meningkatkan risiko menderita tumor telinga.
Acoustic neuroma adalah jenis tumor jinak yang terdapat pada syaraf pendengaran, jika didiamkan akan mengakibatkan kerusakan otak dan syaraf. Penyakit ini diderita dengan perbandingan 1 : 100.000 penduduk pengguna hp di sebuah negara. Prof. Anders Ahlbom dari Karolinska Institue memperingatkan bahwa semakin lama menggunakan hp maka risiko itu akan semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Tidak hanya itu, sinyal ponsel terbukti dapat mengganggu peralatan elektronik di dekatnya, oleh karena itu ketika di rumah sakit sebaiknya mematikan hp karena sinyanya dapat mengganggu alat pacu jantung dan hearing aid. Demikian juga di dekat pompa bensin dan pabrik atau tempat penyimpanan bahan kimia maupun bahan yang mudah meledak, karena sinyal hp dapat mengganggu operasi onstalasi teknsi dari tempat tersebut. Sinyal hp juga bisa mengacaukan jaringan gelombang informasi pada penerbangan, itu sebabnya ktika kita naik pesawat selalu diinformasikan untuk mematikan hp.



Aksesoris HP Mengurangi Radiasi?

Banyak produsen aksesoris hp yang mengklaim jika produknya bisa mengurangi radiasi. Ungkapan itu sesungguhnya tidak didasari dengan penelitian secara mendalam, karena aksesori ponsel seperti lampu kelap-kelip, sarung khusus radiasi, cordless atau bluetooth headset justru meghalangi sinyal ponsel menuju base station, sehingga memaksa ponsel untuk meningkatkan daya pancarnya agar komunikasi tetap lancar.
Jaid pakah hp bisa mengganggu kesehatan kita? Ternyata sampai saat belum ada jawaban yang meyakinkan. Namun, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan :
• Sedapat mungkin jauhkan ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang elektromagnetiknya berkurang drastis seiring jauhnya jarak.
• Jangan menelepon bila tidak perlu. Persingkat pembicaraan. Manfaatkan SMS.
• Gunakan headset atau handsfree seefektif mungkin.

(Muslimah, No. 43/Tahun IV/Februari 2006)